Jumat, 06 September 2013

PENDAHULUAN




1.      Arti dan Kegunaan Data
Data adalah sesuatu yang diketahui atau dianggap. Dengan demikian, data dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan.
Data dapat berguna, bila dikaitkan dengan masalah manajemen, sebagai :
a)      Dasar suatu perencanaan, agar perencanaan sesuai dengan kemampuan yang ada, sehingga dapat mencegah perencanaan ambisius dan susah dilaksanakan.
b)      Alat pengendalian terhadap pelaksanaan atau implementasi perencanaan tersebut agar dapat diketahui dengan segera kesalahan atau penyimpangan yang terjadi sehingga dapat segera dilakukan perbaikan atau koreksi.
c)      Dasar evaluasi hasil kerja akhir. Apakah hasil kerja yang telah ditargetkan bisa dicapai 100%, 90%, atau kurang dari itu? Apabila target tidak tercapai, faktor apa yang menyebabkan? Semua ini memerlukan data.

Kebutuhan terhadap Statistik
            Penjabaran Hubungan Antaravariabel
Jumlah data kuantitatif yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan kepada umum serta para pengambil keputusan dalam suatu organisasi untuk tujuan tertentu telah meningkat dengan sangat cepat. Oleh karena itu diperlukan suatu kemampuan untuk menyaring jumlah yang begitu besar agar kita dapat mengidentifikasikan dan menjabarkan hubungan antarvariabel yang terkadang terselubung tetapi sering kali sangat penting dalam pengambilan keputusan.
Contoh :
v  Seorang wiraswasta, dengan mengumpulkan data pendapatan dan biaya, dapat membandingkan hasil pengembalian atas investasi dalam suatu periode dengan data dari periode-periode sebelumnya.
v  Seorang petugas pemerintah atau kesehatan masyarakat dapat menghasilkan kesimpulan mengenai hubungan antara merokok dan/atau tingkat obesitas dan sejumlah penyakit dengan menerapkan teknik statistic pada sejumlah data masukan.

            Alat bantu dalam Mengambil Keputusan
Seorang administrator dapat menggunakan statistic sebagai alat bantu untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik dalam kondisi ketidakpastian. Contoh :  misalkan manajer Perusahaan Kosmetika “Selalu Cakep”, Suryono Dasamuko, mengiklankan bahwa 90 % konsumen puas dengan produk perusahaannya. Jika Ibu Aminah Sari, seorang aktivis politik, merasa bahwa pernyataan ini berlebihan dan perlu ditindak secara hokum, ia dapat menggunakan teknik penyimpulan statistic untuk memutuskan apakah akan mengajukan tuntutan terhadap Pak Suryono atau tidak.

            Menangani Perubahan
Meskipun prosedur statistic jelas tidak akan memungkinkan kita meramal masa depan dengan tepat tanpa kesalahan, terdapat bantuan statistic yang bermanfaat seperti ditunjukkan pada contoh berikut : Ahli statistic pemerintah pada periode tertentu mengumpulkan data harga 400 jenis barang yang berbeda dari 50 daerah perkotaan untuk menghitung ikhtisar gambaran bulanan –suatu angka indeks- yang mengukur keseluruhan perubahan tingkat harga antara periode sekarang dan beberapa periode yang lalu. Jadi, seorang pemimpin serikat buruh dapar menggunakan informasi perubahan tingkat harga dalam menentukan daya beli rupiah sebagai bahan untuk melakukan negoisasi mengenai upah buruh yang baru.

Metodologi Pemecahan Masalah secara Spesifik
Langkah-langkah dasar dalam pemecahan masalah secara statistik adalah:
1.Mengidentifikasi masalah atau peluang
2.Mengumpulkan fakta yang tersedia
3.Mengumpulkan data orisinil yang baru
4.Mengklasifikasikan dan mengikhtisarkan data
5.Menyajikan data.
6.Menganalisis data

2.      Syarat Data yang Baik dan Pembagian Data
a)      Objektif
b)      Representasi (mewakili)
c)      Kesalahan sampling kecil
d)     Tepat waktu
e)      Relevan

3.      Definisi Statistik
Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisa, penafsiran dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka (Ir. M. Iqbal Hasan,. M.M)

Jenis Data
Data ialah sekumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan. Adapun yang dimaksud dengan datum adalah elemen-elemen dalam data.
Data yang diperoleh dari suatu sampel dan populasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
a.       Data kualitatif yakni data yang bukan berupa angka (non – numerik) biasa disebut dengan istilah atribut. Data kualitatif dibagi menjadi dua:
·         Nominal adalah Data yang paling rendah dalam level pengukuran data. Contoh : Jenis kelamin, tgl dan tempat lahir seseorang
·         Ordinal à ada tingkatan data. Contoh : Sangat setuju, Setuju, kurang setuju, tidak setuju
b.      Data kuantitatif: data yang berupa angka (numerik). Data jenis ini dibedakan menjadi dua bagian, yaitu data diskrit dan kontinyu. Selain itu Ddata kuantitatif dibagi menjadi dua:
o    Data Interval, Contoh : Interval temperatur ruang adalah sbb :
Cukup panas jika antara 50°C-80 °C
Panas jika antara 80 °C-110 °C
Sangat panas jika antara 110 °C-140 °C
·           Data Rasio à tingkat pengukuran paling ‘tinggi’ ; bersifat angka dalam arti sesungguhnya. Beda dengan interval mempunyai titik nol dalam arti sesungguhnya.
Selain pembagian tersebut, ada yang membagi data menjadi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, misal melalui wawancara, penyebaran kuesioner, pengukurn langsung, dan lain lain. Sedangkan data sekunder adalah data yang diambil/ disadur dari pihak lain, misal diambil dari koran, jurnal, penelitian/ publikasi pihak lain, dan lain-lain.

Daftar Pustaka ;
1.      Statistik. Teori dan Aplikasi Jilid Ketujuh. J Supranto M.A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar