Minggu, 22 September 2013

Pengukuran Gejala Pusat



PENGUKURAN GEJALA PUSAT
Ukuran gejala pusat dan ukuran letak masih merupakan bagian dari statistik deskriptif. Ada beberapa macam ukuran gejala pusat , yaitu rata-rata hitung, rata- rata ukur, rata-rata harmonik, median dan modus. Sedangkan ukuran letak meliputi kuartil, desil dan persentil. Bila ukuran tersebut diambil dari sampel disebut statistik dan jika ukuran diambil dari populasi disebut parameter.

A. UKURAN GEJALA PUSAT
Ukuran gejala pusat adalah suatu ukuran yang digunakan untuk mengetahui kumpulan data mengenai sampel atau populasi yang disajikan dalam tabel atau diagram.
1. ukuran gejala pusat adalah suatu ukuran yang digunakan untuk mengetahui kumpulan data mengenai sampel atau populasi yang disajikan dalam tabel dan diagram, yang dapat mewakili sampel atau populasi. Ada beberapa macam ukuran tendensi sentral, yaitu rata-rata (mean), median, modus, kuartil, desil dan persentil.
2. Gejala pusat sebagai nilai rata-rata yang mempunyai kecenderungan memusat, sehingga sering disebut ukuran kecenderungan memusat (measures of central tendency). Beberapa jenis rata-rata yang sering digunakan adalah rata-rata hitung (arithmetic mean atau sering disingkat mean saja), lalu rata-rata ukur (geometric mean), kemudian rata-rata harmonis (harmonic mean). Dan umumnya terdapat istilah mean ,median, dan modus.
3. Gejala pusat pada hakekatnya menganggap rata-rata (average) dapat merupakan nilai yang cukup representatif bagi penggambaran nilai-nilai yang terdapat dalam data yang bersangkutan. Rata-rata sedemikian itu dapat dianggap sebagai nilai sentral dan dapat digunakan sebagai pengukuran lokasi sebuah distribusi frekuensi. Statistik mengenal bermacam-macam rata-rata dengan nama-nama yang khas, yaitu rata-rata hitung (mean), median, modus, rata-rata ukur dan rata-rata harmonis itu semua merupakan jenis rata-rata yang lazim digunakan sebagai pengukuran lokasi atau pengukuran tendensi sentral (central tendency) dari sebuah distribusi.

1. Rata-rata hitung /Mean ( )
Dalam kegiatan penelitian, rata-rata(mean) mempunyai kedudukan yang penting dibandingkan ukuran gejala pusat lainnya. Hampir setiap kegiatan penelitian ilmiah selalu menggunakan rata-rata(mean).
Adapun cara untuk mencari mean dibedakan berdasarkan jenis penyajian data
a. Data tunggal dengan seluruh skornya berfrekuensi satu
 
dimana xi merupakan data ke-i dan n jumlah data
Contoh 3.1
Nilai Statistik dari 10 mahasiswa STMIK adalah sebagai berikut
8 6 6 7 8 7 7 8 6 6
jadi meannya adalah
 

b. Data tunggal sebagian atau seluruh skornya berfrekuensi lebih dari satu
 
Maka
dengan xi merupakan nilai data
c. Data kelompok ( dalam distribusi frekuensi)
Cara mencari mean data kelompok ada dua , yaitu cara panjang dan cara pendek (sandi)
a) cara panjang
................................. 3.1
dengan xi merupakan tanda kelas dari interval ke-i dan fi merupakan frekuensi interval ke-i

b) cara pendek / sandi
Adapun langkah- langkanya adalah
1. Ambil sembarang tanda kelas ( biasanya yang letaknya ditengah) , misalnya x0
2. Hitung ci dengan rumus dimana p merupakan panjang interval
3. Rumusan mean dengan cara pendek
Contoh diperoleh rata-rata sebagai berikut
a. cara panjang
 
Berdasarkan persamaan 3.1 diperoleh rata-rata hitung dari data tersebut adalah
b. cara pendek / sandi
Diambil x0 = 63,5 ( tanda kelas ke -4 ) dan diketahui p = 8,
maka diperoleh
 
Berdasarkan persamaan 3.2 diperoleh rata-rata hitung
2. Rata- rata ukur (U)
Rata-rata ukur pada umumnya digunakan untuk menentukan rata-rata perubahan atau rata-rata rasio dari suatu data deret waktu. Nilai rata-rata ukur ini dapat dianggap sebagai rata-rata pertumbuhan pada suatu periode tertentu.
Rata-rata ukur didefinisikan sebagai :
a. Data tunggal dengan seluruh skornya berfrekuensi satu
Untuk bilangan- bilangan bernilai besar lebih baik digunakan logaritma, sehingga persamaan di atas menjadi
 
dimana xi merupakan data ke-i dan n jumlah data
b. Data tunggal sebagian atau seluluh skornya berfrekuensi lebih dari satu
dengan xi merupakan nilai data
c. Data kelompok ( dalam distribusi frekuensi)
 
dengan xi merupaka tanda kelas dari interval ke-i dan fi merupakan frekuensi interval ke-i

3. Rata- rata Harmonik (H)
Nilai rata-rata harmoni pada umumnya digunakan untuk menghitung nilai rata-rata suatu observasi yang memiliki rasio berbeda-beda.
Rata-rata harmonik didefinisikan sebagai :
a. Data tunggal dengan seluruh skornya berfrekuensi satu
dimana xi merupakan data ke-i dan n jumlah data
b. Data tunggal sebagian atau seluluh skornya berfrekuensi lebih dari satu
 
dengan xi merupakan nilai data
c. Data kelompok ( dalam distribusi frekuensi)
 
dengan xi merupaka tanda kelas dari interval ke-i dan fi merupakan frekuensi interval ke-i

4. Modus (mo)
Modus adalah nilai yang mempunyai frekuensi paling banyak. Modus tidak harus tunggal,artinya nilainya bisa lebih dari satu. Adapun cara mencari modus untuk data tunggal tinggal dilihat frekuensinya. Untuk data dalam daftar distribusi frekuensi , modus ditentukan dengan rumus
dengan
b = batas bawah kelas modus yaitu kelas interval dengan frekuensi terbanyak
p = panjang interval kelas modus
b1 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas sebelum kelas modus
b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas sesudah kelas modus
Jika rumus 3.3 digunakan untuk mencari modus dari tabel
2.1 diperoleh
a. kelas modus = kelas ke-4
b. b = 59,5
c. b1 = 15 – 6 = 9
d. b2 = 15 – 13 = 2
e. p = 8

5. Median (Me)
Median adalah suatu nilai yang membagi distribusi data menjadi dua bagian yang sama besar atau suatu nilai yang menbagi 50% frekuensi bagian atas dan 50% frekuensi bagian bawah, sehingga frekuensi yang terdapat di atas sama dengan frekuensi yang trdapat di bawah.Oleh karena itu median dari sejumlah data tergantung pada frekuensinya bukan variasi nilainilainya.
Adapun cara mencari median
a. Data tunggal sebagian atau seluluh skornya berfrekuensi lebih dari satu. Sebelum dihitung mediannya, data diurutkan lebih dulu dari data yang terkecil ke yang terbesar.
Rumusan median untuk data tunggal dibedakan jadi dua
Yaitu
contoh
1. Untuk contoh 3.1 dengan data 8 6 6 7 8 7 7 8 6 6.
Setelah data diurutkan diperoleh 6 6 6 6 7 7 7 8 8 8.
Jumlah data genap sehingga untuk mencari median digunakan rumus 3.4 (b) dan diperoleh
 
2. Diketahui data sebagai berikut
Tentukan median dari data di atas
Untuk data di atas diketahu n ganjil, sehingga untuk mencari median digunakan rumus
 3.4 (a), diperoleh
b. Data kelompok ( dalam distribusi frekuensi)
Untuk data yang disusun dalam daftar distribusi frekuensi,
median dihitung dengan rumus
 
dengan
b = batas bawah kelas median
p = panjang kelas median
n = jumlah data
F = jumlah frekuensi kumulatif sebelum kelas median
f = frekuensi kelas median
Contoh
Dari tabel 2.1 diperoleh kelas median terletak pada interval ke-4, sehingga diperoleh
b = 59,5 ; p = 8; n = 50 ; F = 15 dan f = 15 akibatnya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar